animasi blog
animasi blog
Tampilkan postingan dengan label Story and Motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story and Motivation. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juni 2015

Berdiri Tegak

Semua memang sudah berjalan pada “takdir” hidup masing-masing. Dan, semuanya pun sejatinya dalam keberimbangan kehidupan. Tak ada sukses tanpa melewati kegagalan. Tak ada senang yang tak didahului kesedihan. Tak ada bahagia yang tak didampingi pula oleh kenestapaan. Sebagaimana adanya positif, ada pula yang negatif. Semua dalam “lingkaran” keseimbangan; sebagaimana lingkaran yin dan yang, satu sama lain saling melengkapi. Karena itu, sudah sepatutnya kita menyadari hal tersebut. Sehingga, saat terpuruk, tak ada kata putus asa, karena sadar semua hanya pembelajaran semata. Sebaliknya, saat berada di puncak sukses, selalu pula ingat bahwa tak ada pula sukses yang abadi. Sehingga, kita pun akan terhindar dari kesombongan diri.

Dengan pengertian tersebut, kita akan jadi pribadi yang mampu BERDIRI TEGAK . Sebagai insan yang yakin bahwa tak ada kesuksesan yang abadi, tak ada kesuksesan tanpa melewati perjuangan, kita seharusnya mampu menjadi pribadi yang bisa berdiri kokoh.

Sebagai orang yang sedari muda belajar ilmu kungfu, saya tahu persis bagaimana posisi berdiri bisa menjadi solusi untuk meraih kemenangan dalam pertarungan. Dengan memiliki tumpuan kekuatan pada kaki—yakni dengan membentuk kuda-kuda yang kuat—akan menjadi pembeda antara pemenang dan pecundang. Kaki yang berdiri kokoh tak akan mudah dijatuhkan oleh sapuan tendangan ataupun pukulan. Selain itu, dengan posisi yang benar, kita bisa tetap dengan mudah mengendalikan posisi tubuh sehingga bisa lincah bertahan ataupu menyerang.

Di sinilah kekuatan posisi Berdiri Tegak dengan kuda-kuda dasar yang benar. Kita seharusnya mampu menjadi insan yang memiliki pijakan kuat untuk melangkah. Saya ingat persis, bagaimana jika seorang guru mengetes kuatnya kuda-kuda. Kaki kami ditendang atau dicoba dipatahkan dengan berbagai sarana yang digunakan. Bagi yang memiliki kuda-kuda yang benar, ia tak akan mudah dijatuhkan. Begitu pula dalam kehidupan. Tendangan yang kerap ditujukan—berupa ujian, cobaan, halangan, rintangan—akan bisa dihadapi bagi mereka yang terbiasa keras kepada diri mereka. Mereka yang terbiasa belajar Berdiri Tegak, tak akan mudah diombang-ambingkan oleh keadaan dan kondisi. Bahkan, di tengah hal yang dianggap mustahil, keyakinan kuat yang diasah dengan terus bekerja keras, justru akan semakin menguatkan langkah menuju keberhasilan yang didambakan.

Mereka yang Berdiri Tegak sadar sepenuhnya, bahwa perjuangan adalah hal mutlak yang harus dilakukan untuk meraih kemenangan. Mereka yang Berdiri Tegak pantang merasa lemah saat berhadapan dengan kondisi yang tidak mengenakkan sekali pun. Sebab, mereka sadar sepenuhnya, “hukum keseimbangan” akan datang pada saatnya. Sehingga, di tengah cobaan dan ujian, mereka yang bisa tetap Berdiri Tegak serta makin kokoh keyakinannya, bahwa yang diperjuangkan tak kan pernah sia-sia.





Sumber

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin

Selasa, 02 Juni 2015

Bangkit dari Kehancuran


Miris terdengar begitu mengguncangkan
Seolah kehidupan mati diantara sepinya kota
Begitu pula melihat mata hati tertutupi
Kabut hitam yang kelam menghalangi
Menenggelamkan kehidupan kota mati yang sunyi
Tak seorang pun yang berpenghuni
Tak seorang pun yang mengetahui
Semua mati tanpa ada kehidupan
Semua bisu tanpa ada kata bicara
Bisikan tak bersuara, terdengar sunyi tak bergema
Mimpi yang tercipta indah menjadi sirna
Tak ada arti selain hina untuk berharap
Semua harapan menjadi pupus di tepi penyesalan
Kata sepi yang menadai kebencian
Berawal dari sunyi kehidupan mati
Berapa jarak dari kesunyian ini untuk menuju kehidupan baru
Berapa jalur yang bisa ditempuh untuk menyapa dunia baru
Genggamlah tanganku Teman dan tersenyumlah
Kita tempuh dunia baru dari kehidupan yang telah mati
Biarkan cerita ini menjadi petunjuk nanti
Berharaplah masih ada kehidupan diatas kehidupan kelam ini
Bulatkan tekat, bahwa kita mampu masuki dunia baru
Dari cahaya yang menjadi penerang hati
Dari semangat yeng menjadi kekuatan diri
Tunjukkan pada dunia arti bangkit dari kehancuran




Sumber

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin

Senin, 01 Juni 2015

Failure of Love

Kegagalan Cinta Bukanlah Akhir Segalanya

Temanku terkasih,...
Jika memang kegagalan cinta benar benar kita alami
Kegagalan cinta bukanlah kehancuran
mencintai namun tak bisa menikahi, bukanlah akhir dari segalanya!!!
Oleh karena itu, teruslah berusaha untuk melupakan dirinya
Dan, yang tidak kalah penting, kita harus berusaha menggali hikmahnya
Jangan bermain-main dengan perasaan, karena bisa menjadikan dirimu lemah. Seakan-akan tidak ada yang lebih baik dari dirinya.
Yang terbaik itu tidak selamanya adalah dia yg selama ini kita kenal.
Yang terbaik itu tidak selamanya dia yang selama ini sering menghantui Pikiranmu.
Dan, yang terbaik itu tidak selamanya adalah dia yang selama ini menjadi kawan berjuangmu.
Kepahitan yang engkau alami (ketika dia tdk bersedia bersama2 merajut tali kasih diatas cinta kita)
sekilas yg tampak adalah kepahitan dan kegetiran semata.
Tapi, bila engkau melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, engkau pun akan temukan butiran2 hikmah di balik itu semua.
Ketika sang pujaan belum hadir di hadapan, sehingga engkau menyangka Allah tidak memedulikan doa yang kaupanjatkan,
maka ketika sudah berhasil mendapatkan, tiada salah dan tiada kata terlambat utk memohon ampunan-Nya.
Allah lebih menyukai hamba-Nya yang jujur mengakui kesalahan dirinya daripada hamba-Nya yg berpura2 tdk punya dosa.
. Yuk kita introspeksi diri,...
Belajar tulus, ikhlas Lillahi ta'ala atau Dipaksa belajar ikhlas yang pastinya lebih sakit.
Memang ga mudah melupakan sosok masa lalu, apalagi kalian sering bersama padahal dan belum menikah
(padahal kalo udah nikah rasanya suakitnya luaar biasa),
tapi coba sejenaaaaaaak saja anda bayangkan bagaimana sobat kita yang lain harus berjuang dengan perasaan dan hatinya
saat dia harus berpisah(bercerai) dengan suami/istrinya karena hal hal tertentu (ga perlu tau masalahnya-itu rahasia diantara mereka),
apalagi jika mereka sudah mempunyai momongan, ini bukan hal yang mudah. Selain itu cara pandang masyarakat kita yang masih kolot sering memandang negatif status janda/duda.
Jangan kucilkan mereka dan jangan ambil kesempatan diantara kesepian dan kesendirian mereka.
Tolong kita saling menjaga dan menghormatinya
Bagi anda yang masih belum nikah dan ternyata pria/wanita yang selama ini anda harapkan menjadi pasangan hidup,

ternyata menikah dengan orang lain. Sekali lagi "IT'S NOT THE END OF THE WORLD teman,.."
Keluar dari kamar dan tempat persembunyian anda,
temukan ketenangan saat resah dan kegundahan kita mencapai titik puncaknya. Bila mau menangis menangislah namun sisipkan tasbih dan dzikir diantara isak air mata yang menetes.
Kita harus bersyukur kegagalan itu ada sebelum ijab qabul itu diucapkan.
kita harus bersyukur kegagalan itu hadir sebelum buah hati kalian terlahir.
Jadi kita tidak mencetak sejarah hidup yang kelam dalam sebuah kenangan.
Biarkan Allah mengurai benang kusut masalah kita untuk dikemasNYA dengan cara indah yang kita tidak ketahui.
Ini bukan kata2 indah teman,...
Ini hanya sebagai penyemangat hidup agar kita tegar dan berusaha memperbaiki diri terlebih dulu,
agar kita pantas bersanding dengan pria/wanita yang tidak mengedepankan masalah nafsu dan duniawi.
Saat ini kita tidak bisa berfikir bagaimana mungkin kita bertahan dalam masa2 sulit begini,....
Namun percayalah teman,...
Suatu saat, suatu hari dimasa depan, kita akan mengatakan minimal hal yang sama dan mungkin lebih baik dari ini
dan menjadikan rasa pahit sekarang ini sebagai motor penggerak dan kekuatan kita
cerita kebaikan dan menjadi energi positif bagi teman lain agar mereka mampu dan kuat bertahan dan melalui masa masa sulitnya,
Biarkan kenangan berlalu teman,...
Jika tak mampu dilupakan biarkan hal itu mengendap didalam memori dasar kita,...
Bismillah,...
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,...
Semoga Allah selalu menjaga kita dalam setiap nafas,
selama kita berjalan didalam iman dan akidah. InsyaAllah,....

Sumber

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin
Beranda